Edisi 21 September 2026Kebiasaan kecil, umur panjang.
← Sehat HarianOlahraga

Berenang untuk pemula dewasa: olahraga ramah sendi di negeri yang panas

Tidak pernah bisa berenang bukan alasan untuk tidak mulai.

Berenang untuk pemula dewasa: olahraga ramah sendi di negeri yang panas
Foto: D / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Di tengah udara yang panas, kolam renang terlihat seperti satu-satunya tempat olahraga yang masuk akal. Tapi banyak orang dewasa yang tidak pernah belajar berenang merasa sudah terlambat, atau malu memulai di usia tiga puluh, empat puluh, atau lebih.

Padahal berenang adalah salah satu olahraga yang paling mudah diteruskan sampai usia lanjut. Air menopang berat badan, sehingga lutut dan pinggul tidak menerima benturan seperti saat berlari.

Baca juga: Pegal sehari setelah olahraga: mana yang wajar, mana yang perlu diperiksa

Memulai dari yang paling dasar

Langkah pertama bukan berenang, melainkan nyaman di air: berjalan di kolam dangkal, membasahi wajah, belajar mengapung dengan pegangan di tepi kolam, dan membiasakan diri mengembuskan napas di dalam air. Banyak kolam umum punya kelas untuk dewasa pemula, dengan pelatih yang terbiasa menghadapi orang dewasa yang takut air.

Jalan di air dan gerakan aerobik di kolam dangkal sudah memberi manfaat kebugaran bahkan sebelum seseorang bisa berenang satu lintasan. Tidak perlu menunggu mahir untuk mulai merasakan hasilnya.

Yang perlu diperhatikan

Jangan pernah berenang sendirian, terutama di tahap belajar. Pilih kolam dengan petugas penjaga. Pemanasan tetap perlu meski airnya sejuk. Berhenti saat kedinginan, kram, atau napas terasa tidak nyaman. Di luar ruangan, matahari tropis tetap membakar meski tubuh terasa dingin di air; kulit perlu dilindungi.

Kebersihan kolam juga layak diperhatikan: bilas sebelum dan sesudah berenang, dan hindari berenang saat ada luka terbuka atau sedang sakit. Bagi yang punya riwayat jantung, asma, atau masalah telinga, dokter perlu ditanya lebih dulu.

Orang dewasa yang belajar berenang tidak pernah terlambat. Yang terlambat hanya yang terus menunda.

AF
Ayu FirdausAyu Firdaus menulis di Sehat Harian antara 2024 dan 2025, sebelum beralih ke pekerjaan lain. Ia sempat membawa kebiasaan baru ke redaksi: setiap artikel gizi harus dicoba resepnya di dapur sendiri lebih dulu.