Edisi 21 September 2026Kebiasaan kecil, umur panjang.
← Sehat HarianKeluarga

Libur sekolah tanpa bel pagi: menjaga jam tidur anak agar tidak berantakan total

Libur panjang bukan alasan menghapus semua jadwal. Jam tidur yang bergeser terlalu jauh akan menagih di minggu pertama sekolah.

Libur sekolah tanpa bel pagi: menjaga jam tidur anak agar tidak berantakan total
Foto: V / Wikimedia Commons (CC0)

Libur sekolah baru mulai, dan di banyak rumah jam tidur anak sudah mulai mundur: tidur lewat tengah malam, bangun menjelang siang, lalu mengantuk di sore hari. Orang tua sering membiarkannya dengan alasan yang masuk akal, anak-anak berhak bersantai. Namun, yang kita bayar nanti adalah dua minggu pertama sekolah yang penuh drama pagi, anak yang mengantuk di kelas, dan emosi yang mudah pecah.

Tidur anak bukan hanya soal jumlah jam. Ketetapan waktunya ikut menentukan kualitas tidur, nafsu makan, dan suasana hati. Anak yang tidur sembilan jam dari pukul sembilan malam dan anak yang tidur sembilan jam dari pukul satu dini hari tidak menjalani hari yang sama.

Baca juga: Merawat yang merawat: mengenali lelah pengasuh dalam keluarga dan membagi beban

Longgar, tetapi ada batas

Pendekatan yang realistis adalah memberi kelonggaran satu jam, bukan menghapus jadwal. Jika di hari sekolah anak tidur pukul sembilan, libur boleh pukul sepuluh, dan bangun tidak lebih dari satu jam setelah jam biasanya. Kelonggaran itu sudah cukup terasa sebagai libur bagi anak, tanpa menggeser jam tubuh terlalu jauh.

Pagi yang tetap dimulai dengan cahaya, membuka jendela, dan sarapan pada jam yang kurang lebih sama menjaga patokan harian. Siang yang diisi dengan bermain di luar, bersepeda, atau berenang membuat tubuh benar-benar lelah pada malam hari. Anak yang menghabiskan libur di dalam rumah dengan layar sepanjang hari biasanya justru paling sulit tidur.

Layar tetap menjadi persoalan terbesar. Tanpa sekolah, batas penggunaan gawai cenderung hilang bersama batas tidur. Kesepakatan sederhana bahwa gawai disimpan satu jam sebelum tidur dan tidak berada di kamar berlaku di hari libur seperti di hari sekolah, dan lebih mudah ditegakkan jika orang tua juga melakukannya.

Mengembalikan ritme sebelum sekolah mulai

Seminggu sebelum sekolah dimulai, geser jam tidur dan bangun lebih awal sedikit demi sedikit setiap malam. Perubahan bertahap jauh lebih mudah diterima tubuh anak daripada lompatan satu jam pada malam terakhir libur, yang hampir pasti berakhir dengan anak yang terjaga di tempat tidur dan orang tua yang frustrasi.

Jika anak secara konsisten sulit tidur meski jadwal sudah dijaga, mendengkur keras, atau terlihat mengantuk berlebihan di siang hari bahkan setelah tidur cukup, bicarakan dengan dokter anak. Hal-hal itu bukan bagian normal dari libur.

Libur sekolah yang baik bukan libur tanpa aturan, melainkan libur dengan aturan yang lebih sedikit dan lebih longgar. Jam tidur termasuk aturan yang pantas dipertahankan.

LA
Laras AnindyaLaras Anindya bergabung pada 2025 dan menulis tentang gizi, olahraga untuk pemula, dan kesehatan mental. Ia selalu mencoba sendiri rutinitas olahraga yang ditulisnya selama dua minggu sebelum merekomendasikannya.